Home » » TERJAGA DI TENGAH MALAM (Mengenang kepergian Bejo)

TERJAGA DI TENGAH MALAM (Mengenang kepergian Bejo)


Tengah malam ,entah jam berapa g’ada HP g’bisa lihat jam*sedih*.suara para penjaga malam di pos kampling masih rame,entah apa yang mereka kerjakan ,yang ku dengar suara tawa di iringi lagu2 jawa,apa ya namanya ?campur sari kah? Atau tembang jawa.yang pasti nadanya sedih banget.Beberapa kali terjaga dalam rentang waktu hanya sebentar dan masih sama yg ku dengar suara canda tawa di iringi tembang jawa yg nadanya sedih banget,terjaga,terlelap,terjaga ,terlelap begitu sampai beberapa kali.Entah kenapa dengar nada tembang jawa yang sedih itu kok jadi ingat Bejo.halah….g’nyambung.bejo lho g’pernah nyanyi-nyanyi lagu jawa,mana mungkin?ikhwan salafi je….! Tapi aku ingat Bejo pernah bikin status campur sari,bukan yg bernada sedih tapi lebih ke berolok2,selebihnya statusnya kalau g’memprotes demokrasi, hizbiyyun, khowarij..pokoknya yang kayak gitu2 deh.namanya juga salafi he..he..he…(mudah2an yg baca catatan ini dan salafi g’tersungging).

Lama mengingat-ingat bejo,lalu melihat foto bejo di sebelah…hemm…culun..he..he..he…kata adekku bejo culun.

Tiba-tiba aku sadar …langsung ku baca
Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Astaghfirulloha’ahim.Ya Alloh ampuni dosaku ,terjaga di tengah malam kok malah yang teringat Bejo dahulu.padahal

Dari ‘Ubadah bin Shamit Rakhimahulloh ,dari Rosululloh Shallallohu’alaihi wa sallam beliau bersabda :Barang siapa terjaga di tengah malam hari kemudian dia membaca “Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Kemudian mengucapkan “Ya Alloh ampunilah (dosa-dosa) ku”atau dia berdo’a (dengan do’a yang lain ,maka do’anya akan di kabulkan ,Jika dia berwudhu dan melaksanakan sholat maka sholatnya akan di terima.”(HR.al-Bukhory no.1103 )

Kubaca “Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Astaghfirulloha’ahim.dengan suara lirih bukan dalam hati.lalu aku berdo’a dengan dua permintaan.kubaca “Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Astaghfirulloha’ahim dan ku panjatkan do’aku berulang kali……sambil berharap untuk kembali tertidur dan terbangun jika saatnya untuk sholat tiba.lama tak juga tertidur aku teringat penjelasan tenteng hadist di atas.

Hadist yang mulia itu menunjukkan besarnya keutamaan orang yang berdzikir ketika terjaga di tengah malam hari,kemudian berdo’a kepada Alloh atau melakukan sholat .

Ya Alloh mudah2an apa yang kupinta dalam do’aku tadi Engkau kabulkan.

Imam Ibnu Baththal Rokhimahulloh berkata:”melalui lisan(ucapan)Nabi Shallallohu’alaihi wa sallam,Alloh menjanjikan bahwa barang siapa yang terjaga dari tidurnya (di malam hari )dalam keadaan lisannya selalu mengucapkan (kalimat) tauhid kepada Alloh ,tunduk pada kekuasaan-Nya,dan mengakui (besarnya limpahan) nikmat-Nya,sehingga mampu memuji-Nya,serta mensucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya dengan tasbih (menyatakan kemahasucian-Nya),tunduk kepada-Nya dengan bertakbir (menyatakan kemahabesaran-Nya),dan berserah diri kepada-Nya dengan (mengikrarkan)ketidak berdayaan (dalam menjalankan sesuatu )kecuali dengan pertolongan-Nya.Sesungguhnya (barang siapa yang melakukan semua)maka jika dia berdo’a kepada-Nya akan di kabulka,dan jika melaksanakan sholat akan di terima sholatnya.

Maka orang yang telah mendengar hadist ini sepantasnya berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya)untuk Alloh.

Sekali lagi ku baca “Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Astaghfirulloha’ahim.dengan suara lirih bukan dalam hati.lalu aku berdo’a “Allohumma fa-inkunta ta’lamu ……….. khoiron lii fii diini wa ma’aasyi wa’aqibati amri fii ‘aajili amri wa aajilih faqdurlii ,wa yassirhu lii,tsumma baariklii fiihi.Allohumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyii wa’aqibati amrii fii Aajili amri wa aajilih fashrifnii’anhu,waqdur liil khoiro haistu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Ya Alloh mudah2an apa yang kupinta dalam do’aku tadi Engkau kabulkan.

Meski aku sebelumnya telah berlalai-lalai dengan mengingat bejo terlebih dahulu.Astaghfirulloh………………Ya Alloh ampunilah disa-dosaku.

Kembali ku ingat faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadist di atas

• Alhafizh Ibnu Hajar Rokhimahulloh berkata :”perbuatan yang di sebutkan dalam hadist itu hanyalah (mampu di lakukan)oleh orang-orang yang terbiasa senang dan banyak berdzikir (kepada Alloh)sehingga dzikir tersebut menjadi ucapan (kebiasaan)dirinya sewaktu tidur dan terjaga .Alloh memuliakan orang yang memiliki sifat demikian dengan mengabulkan do’a dan menerima sholatnya.

Ya Alloh ampuni dosa-dosa hamba-Mu ini yang lalai mengingat-Mu ,hanya karena bejo.Ya Alloh meski demikian kabulkanlah do’a ku.
• Keutamaan mengucapkan dzikir ini juga berlaku bagi orang yang terjaga di malam hari kemudian dia mengucapkan dzikir itu berulang –ulang sampai dia tertidur kembali.Imam an-Nawawi Rakhimahulloh berkata:”Orang yang terjaga di malam hari dan ingin tidur lagi setelahnya ,di anjurkan baginya untuk berdzikir sampai dia tertidur .Dzikir-dzikir yang di baca (pada waktu itu)banyak sekali yang di sebutkan (dalam hadist-hadist Rosululloh Shallohu’alaihi wa sallam)di antaranya kemudian beliau menyebutkan hadist di atas.
• Di antara para ulama’ ada yang menjelaskan bahwa peluang di kabulkannya do’a dan di terimanya sholat pada saat setelah mengucapkan dzikir ini lebih besar di banding waktu-waktu lainnya.wallohu’alam.

Sekali lagi ku baca lirih “Laailahaillallohu wakhdahulaa syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir.Alkhamdulillah wa subkhanalloh wa laa laha illalloh wallohu’akbar wa laa khaula wa laa quwwata illa billahi.Astaghfirulloha’ahim.dengan suara lirih bukan dalam hati.lalu aku berdo’a “Allohumma fa-inkunta ta’lamu ……….. khoiron lii fii diini wa ma’aasyi wa’aqibati amri fii ‘aajili amri wa aajilih faqdurlii ,wa yassirhu lii,tsumma baariklii fiihi.Allohumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyii wa’aqibati amrii fii
Aajili amri wa aajilih fashrifnii’anhu,waqdur liil khoiro haistu kaana tsumma rodh-dhinii bih.

Dan segera ku ambil wudhu untuk sholat.

Laailaha illaalloh wakhdahula syarikalahu lahulmulku wa lahulkhamdu wa huwa ‘ala kulli syaiinqodir Alkhamdulillah wa subkhaanalloh wa laa ilaha illaalloh wallohu akbar wa laa khaula wa laaquwwata illaa billahi.

Kemudian ia mengucapkan “ ya Alloh ampunilah dosa-dosaku .atau dia berdo’a (dengan do’a yang lain ),maka do’anya akan di kabulkan ,jika dia berwudhu dan melaksanakan sholat ,maka sholatnya akan di terima (HR.al-Bukhory no.1103 )


Sumber :artikel di majalah al-Furqon

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. 'Ammah Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger